Preposisi dua arah: in den atau in dem?
in, an, auf, über dan kawan-kawannya dapat memakai akusatif atau datif. Aturannya adalah gerakan versus lokasi — berikut cara menerapkannya seketika.
Sembilan preposisi bahasa Jerman dapat memakai akusatif maupun datif: in, an, auf, über, unter, vor, hinter, neben, zwischen. Kasus yang Anda pilih mengubah maknanya, jadi ini penting untuk dipahami dengan benar.
Gerakan vs. lokasi
Ajukan satu pertanyaan. Jika sesuatu bergerak menuju suatu tujuan, gunakan akusatif (wohin? = ke mana?). Jika sesuatu berada diam di suatu tempat, gunakan datif (wo? = di mana?). Ich gehe in die Schule (gerakan, akusatif). Ich bin in der Schule (lokasi, datif).
Lihat perbedaannya dalam pasangan
- Ich hänge das Bild an die Wand. (Saya menggantungnya ke dinding — akusatif)
- Das Bild hängt an der Wand. (Itu tergantung di dinding — datif)
- Die Katze springt auf den Tisch. (ke atas — akusatif)
- Die Katze sitzt auf dem Tisch. (di atas — datif)
Perhatikan kontraksinya
Orang Jerman sering menggabungkan preposisi dan artikel: in das → ins, in dem → im, an das → ans, an dem → am. Bentuk-bentuk ini normal dan lazim dalam percakapan: Ich gehe ins Kino. Ich bin im Kino.
Tes mental cepat: bisakah Anda mengganti verbanya dengan pergi/meletakkan (gerakan) atau berada/berdiri/terbaring (lokasi)? Verba gerakan menarik akusatif; verba keadaan menarik datif.
Pertanyaan yang sering diajukan
Bagaimana cara memilih antara akusatif dan datif dengan in?
Tanyakan apakah ada gerakan menuju suatu tujuan (wohin?) atau lokasi tetap (wo?). Gerakan memakai akusatif (in die Stadt), tetap berada di tempat memakai datif (in der Stadt).
Apa arti ins?
ins adalah kontraksi dari in das, digunakan untuk gerakan masuk ke tempat netral: ins Kino, ins Bett. Padanan datifnya adalah im (in dem): im Kino.